KOMPAS.com – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Provinsi Jawa Timur resmi menjatuhkan hukuman berat berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Klub Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Sidang Komdis PSSI Jawa Timur digelar pada Selasa (6/1/2026) pukul 11.00 siang WIB dipimpin Ketua Komite Disiplin Samiadji Makin Rahmat, dengan anggota Rohmad Amrulloh, dan Dimas Nur Arif Putra Suwandi.
Putusan Komdis PSSI Jawa Timur tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026.
Sanksi tersebut diberikan kepada Hilmi Gimnastiar atas pelanggaran berat berupa tindakan kekerasan terhadap pemain lawan pada pertandingan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026.
Baca juga: Komdis PSSI: Pemain Putra Jaya Berpotensi Dihukum Larangan Aktivitas Sepak Bola Seumur Hidup
Pelanggaran terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026 antara Klub Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung.
Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Senin (5/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan persidangan, Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan tindakan kekerasan dengan menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian dada dan dinilai berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.
Baca juga: PSSI Siapkan Daftar Pelatih Lokal untuk John Herdman di Timnas Indonesia
Dasar Hukuman
Komite Disiplin menganggap perbuatan tersebut masuk kategori pelanggaran berat yang dikualifikasikan sebagai violent conduct sebagaimana diatur dalam Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.
Selain itu, aksi tidak terpuji tersebut juga melanggar Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.
Dengan mempertimbangkan dampak serius yang ditimbulkan, serta untuk memberikan efek jera dan pembelajaran bagi pemain lain, Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada yang bersangkutan.
Baca juga: Insiden Horor Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, Pemain Perseta Dibawa ke RS
Selain itu, Hilmi Gimnastiar juga dijatuhi sanksi denda sebesar Rp2,5 juta. Adapun pembayaran denda diwajibkan melalui rekening Badan Liga Nusantara Provinsi Jawa Timur.
“Perbuatan tersebut tidak hanya mencederai nilai sportivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain lain. Oleh karena itu, Komite Disiplin memandang perlu menjatuhkan sanksi tegas,” kata Samiaji Makin Rahmat dalam siaran pers yang diterima KOMPAS.com.
Komdis PSSI Jawa Timur juga memastikan bahwa terhadap putusan tersebut masih terbuka upaya banding sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Insiden horor yang terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Grup CC Liga 4 Jawa Timur putaran 32 besar yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).
Hilmi Gimnastiar Dipecat Klub
Manajemen klub Putra Jaya Pasuruan mengambil sikap tegas usai peristiwa memalukan melibatkan salah satu pemainnya di pertandingan Liga 4 Jawa Timur.

