Keterbatasan Lahan Parkir di Stasiun Bekasi Bikin Pemotor Parkir di Luar

Keterbatasan Lahan Parkir di Stasiun Bekasi Bikin Pemotor Parkir di Luar

BEKASI, KOMPAS.com – Keterbatasan lahan parkir di Stasiun Bekasi membuat sejumlah pengendara sepeda motor memilih memarkirkan kendaraannya di luar area stasiun, bahkan hingga ke trotoar.

“Kebutuhan masyarakat tinggi, tapi lahan parkirnya kurang. Jadi mau enggak mau ada yang parkir di luar stasiun, bahkan di trotoar,” ujar petugas parkir Stasiun Bekasi, Amir, saat ditemui Kompas.com, Selasa (6/1/2026).

Ia mengatakan, saat ini pihak stasiun tengah membangun gedung parkir baru setinggi tiga lantai.

Baca juga: Polres Bekasi Selidiki Kasus Tabrak Lari Avanza di Kalimalang

Namun, kapasitasnya diperkirakan belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan kendaraan pengguna parkir.


“Sekarang sedang proses pembangunan gedung parkir tiga lantai, tapi enggak tahu nanti akan cukup atau tidak,” kata Amir.

Salah satu pengguna parkir di luar area stasiun, Rifai (23), mengaku keterbatasan lahan parkir di dalam stasiun menjadi alasan utama dirinya menitipkan motor di luar.

“Pertama karena keterbatasan di dalam. Kadang sudah penuh, jadi bingung mau parkir di mana,” ujar Rifai.

Ia menambahkan, meski sebelumnya memarkir motor di area resmi stasiun, faktor kenyamanan dan biaya membuatnya beralih ke parkir di luar.

“Awalnya coba di sini (di luar) karena bingung. Ternyata lebih murah dan lebih enak. Kalau menginap juga biayanya lebih murah, motornya dipindahkan ke tempat yang teduh,” kata dia.

Baca juga: Atasi Parkir Liar di Stasiun Bekasi, Dishub Bakal Bangun Gedung Parkir Baru

Menurut Rifai, parkir di luar stasiun juga dinilai lebih praktis dan menghemat waktu.

“Pagi tinggal taruh motor, nanti mereka yang parkirin. Pulangnya juga mereka yang ambilin,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelola parkir di luar stasiun juga kerap membantu menjaga barang yang tertinggal di motor sehingga dirinya tak merasa khawatir apabila ada barang yang tertinggal.

“Saya sering nge-gym, kadang tas ditinggal di motor. Karena sudah langganan, biasanya mereka amanin kalau hujan atau apa pun,” ucap Rifai.

Meski demikian, Rifai mengaku tidak membenarkan praktik parkir liar, terutama yang menggunakan trotoar karena merampas hak pejalan kaki.

“Saya juga sadar salah kalau parkir di sini, apalagi kalau sampai di trotoar. Tapi saya jarang parkir di trotoarnya,” kata dia.

Baca juga: Marak Parkir Liar di Trotoar Stasiun Bekasi, Dishub Singgung Minimnya Kesadaran Masyarakat

Ke depan, Rifai berharap pemerintah daerah dan PT KAI dapat menyediakan solusi agar kebutuhan parkir pengguna stasiun dapat terpenuhi.

“Harapannya ke Pemkot, khususnya di Stasiun Bekasi, lahannya bisa diperluas,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga meminta agar tarif parkir di area stasiun dapat kembali dievaluasi.

“Mungkin tarif parkirnya bisa dipertimbangkan lagi. Parkir di depan saja dengan Rp 6.000 dan sudah bisa menghemat biaya pergi-pulang kerja,” kata Rifai.


Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


source

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *