Daftar 10 Bangunan Penjara Paling Padat di Indonesia

Daftar 10 Bangunan Penjara Paling Padat di Indonesia

KOMPAS.com – Persoalan overkapasitas penjara masih menjadi pekerjaan rumah dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Sejumlah bangunan penjara, baik rumah tahanan negara (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) tercatat menampung ribuan narapidana, jauh melampaui kapasitas idealnya.

Merujuk pada Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemimpas), banyak jumlah penghuni melebihi daya tampung.

10 bangunan penjara terpadat di Indonesia

Berikut ini daftar 10 bangunan penjara paling padat di Indonesia, berdasarkan jumlah narapidana yang menghuninya.

Baca juga: Sudah Tahu Bedanya Bangunan Lapas dan Rutan?

1. Rutan Kelas I Medan (3.335 narapidana)

Rutan Kelas I Medan menempati posisi teratas sebagai penjara terpadat di Indonesia. Tingginya jumlah penghuni membuat rutan ini menghadapi beban berat dalam pengelolaan keamanan dan layanan dasar bagi warga binaan.

2. Rutan Kelas I Cipinang (3.236 narapidana)

Berada di Jakarta Timur, Rutan Kelas I Cipinang dikenal sebagai salah satu rutan terbesar di Tanah Air. Fasilitas ini menampung ribuan narapidana dari berbagai jenis perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

3. Lapas Kelas I Medan (2.967 narapidana)

Selain rutan, Medan juga memiliki lapas dengan tingkat kepadatan tinggi. Lapas Kelas I Medan berada di urutan ketiga dengan hampir 3.000 narapidana.

4. Rutan Kelas I Surabaya (2.676 narapidana)

Rutan Kelas I Surabaya menjadi salah satu fasilitas pemasyarakatan paling padat di Jawa Timur, dengan jumlah penghuni mencapai ribuan orang.

5. Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang (2.676 narapidana)

Dengan jumlah narapidana yang sama seperti Rutan Surabaya, Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang juga masuk lima besar penjara terpadat di Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Bangunan Lapas Penjara Kelas I, II, III, dan Perbedaannya?

6. Lapas Kelas I Malang (2.519 narapidana)


source

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *