BNPB Sebut Pencarian Korban Bencana Sumatera Dilanjutkan Sampai Evaluasi Tanggap Darurat 8 Januari

BNPB Sebut Pencarian Korban Bencana Sumatera Dilanjutkan Sampai Evaluasi Tanggap Darurat 8 Januari

JAKARTA, KOMPAS.com – Operasi pencarian dan pertolongan bagi para korban bencana Sumatera masih dilakukan sampai masa tanggap darurat provinsi dievaluasi pada 8 Januari 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, sampai saat ini, perpanjangan tanggap darurat masih dilakukan di sembilan daerah di Aceh.

“Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi nanti dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa (6/1/2026), melansir Antara.

Baca juga: BNPB: Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera Terus Menurun

“Jadi ini kita harapkan pergeseran dari tanggap darurat ke transisi darurat akan diikuti oleh kabupaten/kota lain pada saat nanti perpanjangan tanggap daruratnya berakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara fase transisi darurat dilakukan di 14 daerah dan dua daerah sudah berakhir. Di Sumatera Barat, 11 daerah sudah melakukan transisi dan dua daerah sudah berakhir.

Data BNPB menunjukkan sampai dengan hari ini terdapat 1.178 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jumlah orang menghilang mencapai 147 orang dan 242.174 orang masih mengungsi.

Baca juga: Update BNPB: Korban Tewas Bencana Sumatera Capai 1.178 Jiwa

Saat ini jumlah pengungsi paling banyak berada di Aceh sebanyak 217.780 orang, disusul Sumatera Utara sebanyak 13.540 orang dan Sumatera Barat 10.854 orang.

Korban jiwa terbanyak juga berada di Aceh dengan 543 orang meninggal dunia, Sumatera Utara sebanyak 371 orang meninggal dunia dan 264 orang di Sumatera Barat.


Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


source

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *