Belajar dari Venezuela yang Sukses Membangun 5 Juta Rumah Subsidi

Belajar dari Venezuela yang Sukses Membangun 5 Juta Rumah Subsidi

KOMPAS.com – Di tengah narasi media Barat yang kerap kali hanya menyoroti krisis ekonomi,dan politik, sebuah transformasi sosial masif sedang berlangsung di jantung Amerika Latin.

Venezuela, di bawah panji Revolusi Bolivarian, baru saja merayakan pencapaian monumental: penyerahan rumah ke-5 juta melalui program Gran Misión Vivienda Venezuela (GMVV).

Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah antitesis terhadap krisis perumahan global yang melanda negara-negara kapitalis maju.

Baca juga: Mengapa Target 350.000 Rumah Subsidi FLPP Tahun 2025 Meleset?

Akar dari program raksasa ini bermula pada akhir tahun 2010, ketika banjir bandang dan tanah longsor menghancurkan permukiman kumuh (barrios) peninggalan era booming minyak tahun 1970-an.

Saat itu, Presiden Hugo Chávez menjawab penderitaan rakyat dengan seruan revolusioner: “Exprópiese!” atau Nasionalisasikan.

Lahan-lahan milik elite parasit diambil alih untuk membangun hunian bagi kelas pekerja di pusat kota, memastikan bahwa mereka yang selama ini terpinggirkan dapat hidup berdampingan dengan akses ekonomi dan politik.

Kekuatan “Self-Construction” 

Berbeda dengan skema perumahan di negara-negara lain, GMVV di Venezuela sangat mengandalkan sistem Brigade Pembangunan Mandiri.

Di sini, negara tidak hanya menjadi penyedia gedung, tetapi fasilitator pemberdayaan.

Masyarakat diorganisasi ke dalam komune-komune untuk menerima pelatihan teknis, mulai dari pipa air hingga kelistrikan, dan membangun rumah mereka sendiri dengan material serta dukungan logistik dari pemerintah.

Baca juga: Bolehkah Rumah Subsidi Dijual? Ini Aturan Lengkapnya

Fenomena menarik muncul di Paroki Antímano, Caracas, melalui proyek urbanisasi “Jorge Rodríguez Padre”.

Proyek ini menjadi simbol feminisme akar rumput karena 85 persen dari tenaga pembangun dan penerima manfaatnya adalah perempuan.

Para ibu rumah tangga bertransformasi menjadi tukang ledeng dan mandor konstruksi, membuktikan bahwa perumahan adalah hak hidup yang harus diperjuangkan secara kolektif.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka yang membangun selama 13 tahun melewati masa pandemi dan blokade ekonomi, Presiden Nicolás Maduro menghapuskan seluruh sisa cicilan pembayaran dan memberikan sertifikat hak milik secara cuma-cuma kepada para perempuan pejuang ini.

Analisis Komparatif: Venezuela vs Dunia

Jika kita membandingkan data pencapaian ini dengan negara-negara tetangganya di Amerika Latin atau bahkan negara maju seperti Britania Raya, kontrasnya sangat tajam.

Sejak 2009, Brasil membangun 500.000 unit rumah sosial, lebih sedikit dibandingkan Venezuela, padahal populasinya 7,5 kali lipat lebih besar.

Baca juga: Berapa Harga Rumah Subsidi yang Bisa Dibeli Ojol, ART, Tukang Sayur?


source

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *